DEPAN   |   ARTIKEL   |   HUMOR   |   VIDEO   |   TAMU   |   KONTAK

New Page 1
New Page 1

[ 3 ] User Online

Hikmah

"Wahai mereka yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang sabar."

(Al-Baqarah: 153)

Tulisan Pilihan

"Gembala Kambing"

730 kali dibaca (Humor)

Kata Mereka

inoe
20 Desember 2013
"anjriitt.. keren"

asepmic74
15 November 2013
"bagus mas website dan karya2nya"

 
[ tulis ] [ lihat semua ]
 
Follow achmadharir on Twitter
 
 
 
 

Jangan Buang Hatimu, by Jamil Azzaini

15 September 2011
sumber : www.jamilazzaini.com/jangan-buang-hatimu/
 

Dikutip dari website motivator Jamil Azzaini

http://www.jamilazzaini.com

------------------------------------------------------------------------------

Lebaran lalu saya menemani orang tua menerima kunjungan silaturahim tamu dan tetangga yang datang silih berganti.

Salah satu tamu yang datang adalah mas Sempu. Dia dan keluarganya tinggal di rumah dinas milik perkebunan, berdekatan dengan pabrik pengolahan karet yang baunya amat menyengat.

Dengan bahasa Jawa yang amat “medok” ia menuturkan bahwa saudara-saudaranya dari Jawa tidak betah bila bertamu ke rumahnya.

Mereka merasa tersiksa dengan bau yang datang dari pabrik. Bagi mas Sempu bau dari pabrik adalah hal biasa, tapi bagi saudaranya itu membuat mereka mual dan muntah-muntah.

Di era teknologi informasi saat ini rupanya banyak yang seperti mas Sempu.

Mereka tidak menyadari “kesibukannya” bermain twiter, facebook, dan lainnya telah membuat orang-orang di sekitarnya tidak nyaman.

Banyak orang yang terus asyik memainkan BB (Blackberry), gadget atau smartphone lainnya padahal ia sedang berbicara dengan orang lain.

Ya, yang asyik memainkan BB ini ibarat “mas Sempu” dan lawan bicaranya seperti “orang Jawa” yang datang bertamu ke rumah mas Sempu.

Celakanya, keasyikan “mas Sempu” itu terbawa-bawa saat berhubungan dengan orang-orang yang dicintainya.

Saat orangtuanya, istrinya, anaknya dan saudaranya mengajak bicara, “mas Sempu” melayani pembicaraan tapi sambil tangannya asyik memainkan BB.

Bagi “mas Sempu” itu mungkin hal yang biasa. Tetapi bagi “orang Jawa” hal tersebut menimbulkan perasaan tidak dihargai dan dihormati.

Dengan perasaan seperti itu “orang Jawa” akan segera pamitan pulang atau menjauh dari “mas Sempu.”

Apakah tidak boleh menjadi “mas Sempu”? Boleh-boleh saja, tapi milikilah sensitivitas.

Ingatlah manusia punya perasaan, punya hati, punya kecenderungan untuk minta dihormati.

Jangan sampai Anda kehilangan kehangatan dan antusiasme saat berbicara dengan orang-orang di sekitar Anda demi produk teknologi yang tak punya hati…

Salam SuksesMulia!

Kunjungi http://www.jamilazzaini.com untuk melihat kumpulan artikel menarik lain nya karya guru Jamil Azzaini

.........

[ artikel lainnya... ] Share pada Facebook |
 
 

Achmad Harir 2011 - Arsenal Design